Mengenal Lebih Dekat Desa Waliwis
Sejarah panjang, visi pembangunan, dan kondisi geografis yang membentuk identitas Desa Waliwis hingga hari ini.
Sejarah Desa Waliwis
“Waliwis” berasal dari kata “belibis” — jenis burung air yang dahulu banyak ditemukan hinggap di kerbau-kerbau warga saat digembalakan di area persawahan dan rawa-rawa sekitar desa.
Pada zaman dahulu, di kawasan yang dikenal sebagai Desa Tegal, terdapat dua pasang keluarga yang tinggal dengan hanya dua rumah, sebuah musholla, dan kandang kerbau, berdampingan dengan hutan kecil. Wilayah ini dikelilingi sawah dan rawa-rawa. Penduduknya bekerja sebagai petani, pekebun, dan penggembala kerbau — setiap hari kerbau dilepas dari kandang untuk mencari makan di sawah.
Saat kerbau berada di tengah sawah, banyak burung belibis beterbangan dan hinggap di punggung kerbau. Burung-burung itu bersarang di hutan kecil dan rawa-rawa di sebelah desa. Wilayah ini dahulu disebut Desa Tegal karena letak rumah-rumah penduduk berada di tengah sawah, jauh dari keramaian.
Seiring waktu, dua keluarga awal berkembang menjadi sebuah masyarakat. Karena burung belibis terus terlihat beterbangan setiap hari, mayoritas warga mulai menyebut wilayah ini Desa Waliwis — diambil dari nama burung belibis tersebut. Beberapa kelompok permukiman kemudian menamai kampung mereka masing-masing agar mudah dibedakan, di antaranya Kp. Pabuaran, Bendung, Waliwis Asem, Waliwis Kidul, Pulo Tegal, Merapit, Cibareng, Sura, dan Mekar Baru.
Karena nama Desa Waliwis yang paling dikenal saat itu, kelurahan pun dinamakan Desa Waliwis, dengan Arya Winangun ditunjuk langsung sebagai pemimpin pertama bergelar Cutak (Kepala Desa).
Seiring bertambahnya jumlah penduduk, masyarakat bermusyawarah dan memutuskan pemekaran wilayah menjadi dua desa: Desa Waliwis dan Desa Mekar Baru. H. Syaderi ditunjuk sebagai pejabat sementara Desa Waliwis pada tahun 1976, sementara Kalim terpilih sebagai Kepala Desa Mekar Baru pertama.
Kampung di Desa Waliwis
Wilayah desa terdiri dari 8 kampung yang masing-masing memiliki identitas historisnya sendiri.
- Kp. Bendung
- Kp. Buaran
- Kp. Merapit
- Kp. Waliwis Asem
- Kp. Waliwis Cibaru
- Kp. Waliwis Kulon
- Kp. Waliwis Kidul
- Kp. Pulo Tegal
Visi & Misi Desa
Mewujudkan Desa Waliwis yang maju, mandiri, sejahtera, dan berbudaya melalui tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berlandaskan gotong royong.
Misi
Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat.
Mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui optimalisasi sektor pertanian, perdagangan, dan usaha mikro masyarakat.
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan dan kesehatan.
Menjaga kerukunan sosial, budaya, dan nilai-nilai gotong royong antarwarga.
Membangun infrastruktur desa yang merata dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.
Geografis Desa Waliwis
Desa Waliwis terletak di sebelah timur Kantor Kecamatan Mekar Baru dengan jarak tempuh sekitar 1,5 KM, dan berbatasan langsung dengan wilayah Kota Serang.
Batas Wilayah
Utara
Desa Muncung
Timur
Desa Klutuk
Selatan
Desa Mekar Baru
Barat
Desa Cijeruk
Iklim & Jarak Tempuh
Desa Waliwis memiliki dua musim, yaitu penghujan dan kemarau, dengan iklim tropis. Angin bertiup dari arah utara ke selatan dengan kecepatan rata-rata 15 KM/jam dan curah hujan rata-rata 26,4 mm/tahun.
1.5 km
ke Kecamatan
38 km
ke Kabupaten
65 km
ke Provinsi
