Desa Tutup dikarenakan 17 Agustus Hari Kemerdekaan
Profil Desa

Mengenal Lebih Dekat Desa Waliwis

Sejarah panjang, visi pembangunan, dan kondisi geografis yang membentuk identitas Desa Waliwis hingga hari ini.

Asal Usul

Sejarah Desa Waliwis

“Waliwis” berasal dari kata “belibis” — jenis burung air yang dahulu banyak ditemukan hinggap di kerbau-kerbau warga saat digembalakan di area persawahan dan rawa-rawa sekitar desa.

Pada zaman dahulu, di kawasan yang dikenal sebagai Desa Tegal, terdapat dua pasang keluarga yang tinggal dengan hanya dua rumah, sebuah musholla, dan kandang kerbau, berdampingan dengan hutan kecil. Wilayah ini dikelilingi sawah dan rawa-rawa. Penduduknya bekerja sebagai petani, pekebun, dan penggembala kerbau — setiap hari kerbau dilepas dari kandang untuk mencari makan di sawah.

Saat kerbau berada di tengah sawah, banyak burung belibis beterbangan dan hinggap di punggung kerbau. Burung-burung itu bersarang di hutan kecil dan rawa-rawa di sebelah desa. Wilayah ini dahulu disebut Desa Tegal karena letak rumah-rumah penduduk berada di tengah sawah, jauh dari keramaian.

Seiring waktu, dua keluarga awal berkembang menjadi sebuah masyarakat. Karena burung belibis terus terlihat beterbangan setiap hari, mayoritas warga mulai menyebut wilayah ini Desa Waliwis — diambil dari nama burung belibis tersebut. Beberapa kelompok permukiman kemudian menamai kampung mereka masing-masing agar mudah dibedakan, di antaranya Kp. Pabuaran, Bendung, Waliwis Asem, Waliwis Kidul, Pulo Tegal, Merapit, Cibareng, Sura, dan Mekar Baru.

Karena nama Desa Waliwis yang paling dikenal saat itu, kelurahan pun dinamakan Desa Waliwis, dengan Arya Winangun ditunjuk langsung sebagai pemimpin pertama bergelar Cutak (Kepala Desa).

Seiring bertambahnya jumlah penduduk, masyarakat bermusyawarah dan memutuskan pemekaran wilayah menjadi dua desa: Desa Waliwis dan Desa Mekar Baru. H. Syaderi ditunjuk sebagai pejabat sementara Desa Waliwis pada tahun 1976, sementara Kalim terpilih sebagai Kepala Desa Mekar Baru pertama.

Kampung di Desa Waliwis

Wilayah desa terdiri dari 8 kampung yang masing-masing memiliki identitas historisnya sendiri.

  • Kp. Bendung
  • Kp. Buaran
  • Kp. Merapit
  • Kp. Waliwis Asem
  • Kp. Waliwis Cibaru
  • Kp. Waliwis Kulon
  • Kp. Waliwis Kidul
  • Kp. Pulo Tegal
Arah Pembangunan

Visi & Misi Desa

Mewujudkan Desa Waliwis yang maju, mandiri, sejahtera, dan berbudaya melalui tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berlandaskan gotong royong.

Misi

1

Meningkatkan kualitas pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel bagi seluruh masyarakat.

2

Mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui optimalisasi sektor pertanian, perdagangan, dan usaha mikro masyarakat.

3

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan dan kesehatan.

4

Menjaga kerukunan sosial, budaya, dan nilai-nilai gotong royong antarwarga.

5

Membangun infrastruktur desa yang merata dan berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.

Letak & Kondisi Alam

Geografis Desa Waliwis

Desa Waliwis terletak di sebelah timur Kantor Kecamatan Mekar Baru dengan jarak tempuh sekitar 1,5 KM, dan berbatasan langsung dengan wilayah Kota Serang.

Batas Wilayah

Utara

Desa Muncung

Timur

Desa Klutuk

Selatan

Desa Mekar Baru

Barat

Desa Cijeruk

Iklim & Jarak Tempuh

Desa Waliwis memiliki dua musim, yaitu penghujan dan kemarau, dengan iklim tropis. Angin bertiup dari arah utara ke selatan dengan kecepatan rata-rata 15 KM/jam dan curah hujan rata-rata 26,4 mm/tahun.

1.5 km

ke Kecamatan

38 km

ke Kabupaten

65 km

ke Provinsi

Penggunaan Lahan (205.26 Ha)

Tanah Sawah151 Ha
Sawah Teknis100 Ha
Sawah Non Teknis56 Ha
Sawah Tadah Hujan5 Ha
Pekarangan9 Ha
Pemakaman3 Ha
Sekolahan6 Ha
Lain-lain5.2 Ha